KATA IMBUHAN

 Imbuhan (afiks) adalah bentuk linguistik yang ditambahkan pada kata dasar untuk membuat kata baru atau mengubah makna dan fungsi kata tersebut. 


πŸ“š Jenis-Jenis Imbuhan dalam Bahasa Indonesia


1. Prefiks (Awalan)

Imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar. Fungsinya bisa mengubah makna dasar menjadi bentuk kerja, kata sifat, atau makna lain. 


Contoh imbuhan: me-, ber-, di-, ke-, se-, pe-, ter-, per-

πŸ‘‰ membaca, berjalan, ditulis, sebaik, pelari, tertinggi, peraturan.


2. Sufiks (Akhiran)

Imbuhan yang diletakkan di akhir kata dasar. Sering dipakai untuk membentuk kata baru seperti kata benda, kata kerja, atau menandakan kepemilikan. 


Contoh: -kan, -i, -an, -nya, -wan, -wati, -man

πŸ‘‰ bacakan, datangi, tulisan, bukunya, wartawan, seniman 


3. Infiks (Sisipan)

Imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar. Ini jarang dipakai, tetapi tetap ada dalam beberapa kata bahasa Indonesia. 


Contoh: -el-, -em-, -er-, -in-

πŸ‘‰ getar → geletar, kerja → kinerja 


4. Konfiks (Imbuhan Gabungan)

Imbuhan yang terdiri dari awalan + akhiran sekaligus. 

Contoh pola: ke-…-an, pe-…-an, per-…-an, ber-…-an, me-…-kan

πŸ‘‰ kebaikan, pelajaran, pertemuan, berlarian, menuliskan 


5. Simulfiks

Imbuhan yang mengubah bentuk kata dasar secara fonologis, bukan menambah huruf seperti prefiks atau sufiks biasa. Itu sering muncul dalam ragam lisan nonbaku. 

Contoh:

πŸ‘‰ kopi → ngopi, soto → nyoto �


6. Imbuhan Serapan

Imbuhan yang berasal dari bahasa asing (misalnya Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris) dan diserap ke bahasa Indonesia. �

Contoh: maha-, pra-, -isme, -isasi, -wi

πŸ‘‰ mahakuasa, prasejarah, nasionalisme, modernisasi, duniawi 


πŸ“Œ Fungsi Imbuhan

Imbuhan berperan untuk: 


Membentuk kata baru

Mengubah makna kata dasar

Mengubah kelas kata (misalnya dari verba menjadi nomina)

Memperjelas fungsi gramatikal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINGKASAN MATERI BAHASA INDONESIA (PJJ)

BAB 7